Now you can Subscribe using RSS

Submit your Email
Touch ME slider for IOS, Android and Desktop.
Hardware accelerated using CSS3 for supported iOS
and enjoy the Amazing Slide Experience.
20 Mar 2016
Lantai Dasar bersama Sekolah Inspirasi Pedalaman Banjarnegara
Pertama kalinya Lantai Dasar mengadakan kegiatan bersama kelompok lain, yaitu sebuah kelompok yang mengatasnamakan mereka "Sekolah Inspirasi Pedalaman Banjarnegara". Sedikit heran, Lantai Dasar yang masih...
17 April 2016
Flexible Display providing efficient compatibility.
Hardware accelerated using CSS3 for supported iOS
and enjoy the Amazing Slide Experience.
20 Mar 2016
Customize it to the deepist according to the needs.
Hardware accelerated using CSS3 for supported iOS
and enjoy the Amazing Slide Experience.
20 Mar 2016

Rabu, 17 Oktober 2018

KLOSET 3 Kupas Tuntas Ruang Fiksi

Lantai Dasar


foto bareng sebelum kegiatan bersih-bersih dan packing kabel & lampu.
di foto oleh Mas Ganteng Imam Arief D.
LANTAI DASAR - Malam minggu di hari ke 22 bulan September tahun 2018 akhirnya terwujud gelaran KLOSET bagian ke 3 dengan penuh kasih dan semangat baik. KLOSET ke tiga kali ini mendatangkan narasumber band indie dari Banjarnegara yang sudah menelurkan satu album bertajuk "Jaga Semangat" yaitu Ruang Fiksi. Ngobrolin singkat tentang Ruang Fiksi, mereka awalnya adalah band sekolah yang sudah beberapa kali gonta-ganti personil, bahkan mereka pernah gonta-ganti genre dan racikan musik hingga memutuskan untuk mengambil jalan seperti sekarang yaitu Blues Komersil. Komersil di sini bukan berarti harus jual mahal, komersil yang mereka artikan adalah bisa diterima di kalangan umum atau istilah yang lebih mudahnya yaitu bisa dipasarkan bebas, tapi sopan.

Gelaran KLOSET ke 3 ini dimeriahkan oleh beberapa kawan dari Up To Up dan Tutung Menjelang Pagi dengan musik  yang santai dan cerita pada malam itu. Oh iya, kami bekerja sama dengan Wixsoe Coffee & Roastery sebagai tempat diselenggarakannya KLOSET 3 ini. Terima kasih banyak kami ucapkan untuk mereka, sudah memberi tempat, sudah rela tempat kami set sedemikian rupa, terima kasih juga untuk tenaga dan pikiran temen-temen di sana, semoga kebaikan kalian di-aamiin-i oleh-Nya.

suasana syahdu saat diskusi berlangsung, dipandu oleh Moderator Agung Mbako
Beberapa diskusi yang diobrolkan hangat malam itu diantaranya adalah proses perjalanan Ruang Fiksi, mulai dari bagaimana mereka membuat materi lagu, bagaimana proses rekaman, hingga proses distribusi album yang sudah mereka produksi 500 keping dan masih akan diproduksi 500 keping lagi dalam bentuk kemasan yang berbeda. Banyak juga pengunjung yang merespon dengan beberapa pertanyaan seperti bagaimana cara Ruang Fiksi manage band mereka, mengapa Ruang Fiksi masih membawakan lagu (cover) band lain ketika manggung dan masih banyak pertanyaan asik lainnya.

Agenda KLOSET 3 berlangsung dengan aman, damai dan tentunya kami semua berbahagia tanpa ada kendala suatu apapun. Kami dari Lantai Dasar mengucap banyak maaf jika dalam membuat gelaran KLOSET ini masih sangat amat alakadarnya, semoga di gelaran selanjutnya bisa lebih baik dan lebih menyenangkan tentunya. 

Gelaran KLOSET bukan ajang untung menjatuhkan atau untuk bahan pem-bully-an , maksud dan tujuan kami adalah untuk media diskusi baik dari narasumber, pengunjung maupun kami ( Keluarga Lantai Dasar ). Sampai ketemu di gelaran selanjutnya, semoga kalian sehat selalu dan bahagia selalu.

Senin, 26 Maret 2018

Pameran Bersama Keluarga Kecil Lantai Dasar “Distraksi Sosial”

Lantai Dasar



LANTAI DASAR - Salam Budaya, sebelumnya kami “Lantai Dasar” ingin memperkenalkan diri, karena ada pepatah menyebutkan bahwa ‘tak kenal maka tak sayang’ semoga dengan perkenalan ini, berlanjut menjadi jalinan kasih dan sayang yang tak ternilai. Lantai Dasar bukan komunitas, bukan juga LSM atau bahkan multi level marketing (MLM), Lantai Dasar adalah sekumpulan muda-mudi yang punya kesamaan pemikiran yang berangkat dari disiplin ilmu masing-masing, jadi jika dibilang Lantai Dasar ini kumpulan anak seni, bisa saja kami sebut “tidak”. Kami meyakini dan mempercayai bahwa Tuhan memberi karunia pada umat-Nya tentang keindahan, keindahan pemandangan, kerukunan, perdamaian hingga kasih sayang adalah bentuk keindahan yang Tuhan berikan. Keindahan adalah salah satu unsur dalam kesenian, jadi kami mencoba mengekspresikan keindahan lewat medium kesenian yang tidak selamanya dituangkan dalam bentuk seni lukis atau seni musik saja. Seni berbicara, seni berdiskusi, seni berkeluarga, seni berhubungan sosial lebih kami terapkan dibanding seni rupa atau seni musik yang menjadi stereotip masyarakat Indonesia, khususnya Banjarnegara.
Cerita singkat tentang siapa kami mungkin cukup demikian, untuk lebih dekat dan lebih kenal dalam dengan keluarga kecil Lantai Dasar, mungkin bisa dilakukan dengan duduk bareng, ngobrol sembari menikmati teh hangat atau kopi bersama mendoan khas banyumasan. Terima kasih, salam kenal. 
Jika hanya belum punya kesempatan untuk bertatap muka secara langsung dengan kami, bisa juga ikuti beberapa akun sosial media kami, sebuah media jejaring sosial yang bisa dimanfaatkan untuk berkomunikasi jarak jauh, berikut beberapa akun sosial media kami :
Twitter : @LantaiDasar_
Instagram : @LantaiDasar_
Blog : http://ruanglantaidasar.blogspot.co.id

Keluarga kecil Lantai Dasar. 





Latar Belakang Acara


Sekian lama kami tak membuat kegiatan, sepertinya menjadi awal dasar pemikiran kami untuk menjadikan acara pameran bersama keluarga kecil Lantai Dasar bertajuk “Distraksi Sosial”, menurut beberapa sumber, definisi dari kata distraksi ada empat, yaitu :
(1) Tindakan mengganggu turunannya atau keadaan menjadi terganggu
(2) Sesuatu yang berfungsi sebagai pengalihan atau hiburan
(3) Interupsi, suatu hambatan berkonsentrasi
(4) Gejolak jiwa atau kegilaan
Dari empat definisi tersebut, kami coba merangkum dimana distraksi sosial yang kami pilih sebagai tema dari pameran bersama keluarga Lantai Dasar adalah : refleksi sekaligus introspeksi dari masing-masing keluarga Lantai Dasar menyikapi pemikiran-pemikiran yang mengganggu, yang kami tuangkan dalam bentuk hiburan berupa pameran.
Pemikiran-pemikiran mengganggu tersebut datang dari lingkungan sekitar, dari pergaulan remaja masa kini yang membuat kami menarik nafas panjang sembari sedikit menggerutu bercampur sedih atas hal-hal negatif yang terjadi di kalangan remaja masa kini, baik secara pergaulan maupun tentang bagaimana cara mereka menggunakan jejaring sosial dan gawai-nya masing-masing ( gawai disini adalah piranti elektronik / gadget ). 
Berkegiatan atau membuat acara adalah cara kami mengisi masa muda yang harapannya bisa mengurangi hal-hal negatif, karena kami percaya bahwa setiap manusia khususnya remaja punya sifat nakal yang tak dapat dihindarkan, kami coba tungkan kenakalan kami lewat kegiatan-kegiatan kecil kami, harapannya untuk mengurangi tindakan penyimpangan, seperti kejahatan, kriminal dan lain sebagainya.










Senin, 08 Januari 2018

Lantai Dasar Corat Coret Bareng Bapak Nashir Setiawan Dosen FSRD Universitas Tarumanegara

Lantai Dasar
Bapak Nashir Setiawan Dosen FSRD Universitas Tarumanegara
LANTAI DASAR - Cukup telat untuk menulis kabar tentang gelaran corat-coret bareng Lantai Dasar dan Bapak Nashir Setiawan Dosen FSRD Universitas Tarumanegara yang dilakukan pada hari Sabtu tanggal 15 Juli 2017. Admin mohon maaf atas hal ini, dengan senjata pepatah "lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali" akhirnya admin memberanikan diri menulis sangat amat telat, semoga kabar baik ini tidak telat juga untuk menemani aktivitas baca membaca teman-teman semua, terima kasih sudah menyempatkan waktu untuk membaca blog Lantai Dasar.

Sore itu cuaca di Banjarnegara cukup cerah, membuat pertemuan kami dengan Bapak Nashir Setiawan dan beberapa teman lain menjadi makin hangat. Acara yang begitu santai, tanpa rundown , tanpa ada kursi dan tanpa jamuan mewah, hanya senyum sapa yang dapat kami hidangkan dalam gelaran sederhana ini. Obrolan ringan hingga diskusi seputar gambar berlangsung begitu syahdu, menarik dan tentunya informatif. Bagaimana tidak ? beliau bapak Nashir Setiawan adalah putra daerah, asli Banjarnegara yang kini menjadi dosen di Fakultas Seni Rupa Desain di Universitas Tarumanegara, beliau adalah lulusan Institut Seni Indonesia ( ISI, Yogyakarta ) tentunya sudah tak asing dan tak diragukan lagi bagaimana sepak terjang beliau.

Beliau menekuni sketsa yang bisa dinikmati karya-karya beliau di akun istagram-nya @nazketch . Perjumpaan sore itu berlangsung hingga malam hari, hingga kami berpindah tempat ke sebuah angkringan dekat alun-alun kota Banjarnegara, tepatnya dekat tugu perempatan alun-alun Banjarnegara. Di lesehan nan sederhana, menikmati jahe susu hangat dan beberapa tempe goreng membuat kami lebih dekat dengan beliau, banyak cerita yang beliau sajikan kepada kami, berbagi trik dan tentunya memotivasi kami semua untuk lebih giat lagi berproses.

Semoga lain waktu ada kesempatan lagi untuk menggelar acara serupa, semoga hari baik itu datang lagi, semoga oh semoga. Terima kasih untuk semua yang sudah berkenan hadir di gelaran corat-coret ini.
Corat-coret berlangsung asyik dan interaktif

Sabtu, 10 Juni 2017

KLOSET Edisi Kedua Bersama Jumatpagi dan Diamondsthree

Lantai Dasar
ilustrasi oleh Jumatpagi dan Diamondsthree, di olah oleh Boby D. Prakoso

LANTAI DASAR - Setelah sukses (menurut kami) dalam gelaran KLOSET Perdana, akhirnya candu membawa kami untuk menggelar KLOSET yang kedua. Bekerjasama dengan dua pemuda giat bermain warna dan olah rasa, yaitu Galih Pandji ( Jumatpagi ) dan Bayu ( Diamondsthree ) untuk menyelenggarakan KLOSET edisi kedua ini.

Masih sesederhana gelaran KLOSET perdana, gelaran ini akan menjadi lebih istimewa karena tempat yang kami pilih adalah tempat kami sendiri, tempat kecil yang setelah sekian lama tak kami jamah karena hal hal yang jika ditulis di sini akan lebih panjang dari tugas akhir ataupun thesis. Ruang Lantai Dasar kami pilih untuk gelaran pajang karya dan diskusi karya Jumatpagi dan Diamondsthree yang akan dipandu oleh moderator andalan kami Agung Nugroho.

Acara gratis, acara santai tidak perlu dresscode yang mahal ataupun hasil desainer terkenal, untuk kaum adam / pria, boleh sekali menggunakan sarung untuk menambah syahdu gelaran KLOSET ini. 

Kamis, 18 Mei 2017

KLOSET Perdana bersama Reggae Uye

Lantai Dasar


LANTAI DASAR - Setelah sukses menggelar sebuah gelaran bertajuk "Merespon Ruang" kami tak lelah untuk membuat kegiatan-kegiatan sederhana untuk menyalurkan energi yang terpendam di otak.

Sebuah gelaran berjudul #KLOSET kami gelar perdana pada hari Minggu, 21 Mei 2017 sebagai refleksi kami, menyalurkan hasrat berkesenian yang ada dalam diri. Konsep diskusi "buka-bukaan" seperti layaknya sidang skripsi kami balut dengan lebih santai dan cair karena kesenian itu syarat dengan kebebasan, keindahan dan pertanggungjawaban.

Kenapa diberi nama KLOSET ?
Nama KLOSET dipilih karena kami terinspirasi dari tempat pembuangan kotoran/racun dari tubuh yaitu KLOSET.  Harapannya gelaran KLOSET ini bisa menjadikan media mengeluarkan pikiran-pikiran atau keluh kesah dari narasumber yang kami hadirkan agar dalam proses berkesenian mendatang lebih baik, lebih sehat pun juga lebih produktif.

Reggae Uye menjadi narasumber di gelaran KLOSET perdana, sebuah band bergenre reggae yang sudah cukup lama eksis di beberapa panggung musik baik yang khusus reggae maupun di panggung lain. Untuk lebih lengkapnya silakan datang ke gelaran KLOSET yang perdana ini, semoga banyak ide, kritik dan juga saran untuk bisa kami tingkatkan di gelaran selanjutnya.





Senin, 20 Februari 2017

Gelaran Kolektif dengan judul MERESPONRUANG

Lantai Dasar

Lantai Dasar yang setelah beberapa tahun ini berproses akhirnya memberanikan diri untuk menginisiasi sebuah gelaran kolektif untuk kegiatan kesenian ( seni rupa, seni lukis, seni musik dan seni-seni lain yang tak bisa disebutkan semua ). Dalam gelaran yang berjudul MERESPONRUANG ini adalah sebuah bentuk ekspresi tentang tempat yang seharusnya digunakan untuk berkesenian justru digunakan untuk kegiatan lain, sehingga tempat yang tidak seharusnya digunakan untuk ruang berkesenian kami coba manfaatkan sebagai ruang berkesenian. Selain itu untuk merespon tempat "Taman Kota" yang menurut informasi beberapa pedagang yang ada di sekitarnya mengatakan bahwa kondisi saat ini di taman kota sangat sepi, listrik dari PLN dicabut hingga beberapa warung harus tutup karena sudah tidak strategis lagi untuk ruang usaha.
Keluar dari pembahasan tentang tempat "Taman Kota", kegiatan kolektif ini adalah sebagai kegiatan untuk bersilaturahmi setelah beberapa lama gelaran kesenian di Banjarnegara agak terhenti oleh perizinan dengan dalih "Sedang menjelang pilkada, jadi suasana kurang kondusif" menurut ke sok tau'an beberapa dari kami. Lupakan hal itu, kini saatnya bertemu, berjabat tangan, menikmati & mengapresiasi karya, saling bertegur sapa mencari kawan baru di gelaran MERESPON RUANG ini. Gelaran tanpa tendensi apa-apa, hanya untuk bersenang-senang, untuk silaturahmi dan yang pasti untuk memupuk kembali rasa gotong royong karena gelaran ini adalah kolektif. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia ( KBBI ) Kolektif adalah : secara bersama; secara gabungan , jadi gelaran ini bukan serta merta milik Lantai Dasar, geleran ini milik bersama, siapapun yang terlibat dalam prosesnya. Sumbangan dalam bentuk ide, gagasan, tenaga, pinjaman alat, donasi makanan, donasi minuman, donasi kendaraan, donasi peralatan untuk kebutuhan display pameran & panggung adalah bentuk kolektif yang teman-teman lakukan bersama. Kami dari Lantai Dasar hanya menjadi jembatan, ini adalah gelaran KITA BERSAMA.

Kegiatan di Gelaran MERESPON RUANG :
  • Pajang Karya oleh beberapa perupa baik dari Banjarnegara maupun luar kota. 
  • Ngobrol Asik "Sketsa" bareng kak Mohamad Ade Iskandar @madeisk (Seni Rupa Universitas Negeri Semarang).
  • Menggambar Bersama, buat kalian yang suka menggambar, bawa alat gambar ya kak, kami sediakan kertas untuk menggambar bareng.
  • Panggung Ekspresi dengan penampil : @Prosanada ( Kudus ) , @ukrkofficial ( Banjarnegara ), @ruang.fiksi ( Banjarnegara ) &  @teater_skansa ( SMK N 1 Bawang, Banjarnegara ) dan beberapa kawan Jamming bersama.

Kamis, 02 Februari 2017

Sedikit Cerita Tentang Gelaran Merespon Ruang

Lantai Dasar
Gelaran Merespon Ruang
Merespon Ruang
Lantai Dasar sebelumnya ingin bercerita kepada teman-teman bahwa sebuah ruang ( bangunan ) yang pernah kami kabarkan akan menjadi ruang baca dan ruang pajang karya, akhirnya belum sempat terwujud karena tempat yang pernah kami siapkan tersebut harus digunakan orang lain untuk menjadikan ruang usaha yang dapat menopang kebutuhan keluarganya. 
Kabar tersebut bukan merupakan kabar besar, kabar yang lebih perlu kami kabarkan adalah kami akan menggelar gelaran perdana kami dengan tajuk "MERESPON RUANG", sebuah gelaran yang kami kerjakan dengan menggandeng banyak pihak baik dari pelaku kesenian maupun pelaku-pelaku di bidang non-kesenian.
Merespon Ruang adalah sebuah tajuk yang kami pilih untuk menggunakan ruang-ruang publik sebagai ruang untuk kami membuat gelaran kolektif. Kolektif dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia ( KBBI ) yaitu secara bersama; secara gabungan; , jadi dalam membuat sebuah gelaran Merespon Ruang ini kami melakukan secara bersama-sama melibatkan beberapa orang yang dengan terbuka mau bekerjasama dengan Lantai Dasar yang salah satu fungsinya adalah sebagai media silaturahmi, juga sebagai imlementasi dari pelajaran Sekolah Dasar yaitu Gotong Royong. 
Sebuah kegelisahan dari teman-teman Lantai Dasar yang hampir sekitar 1 semester ini tak ada kegiatan seni rupa di Banjarnegara, entah karena sedang ada di masa pilkada yang cukup mengalihkan perhatian atau memang sedang rehat untuk berkegiatan, entahlah, tapi ini suatu bentuk kegelisahan kami, yang kami coba beranikan diri untuk sedikit membakar semangat teman-teman baik pelaku seni rupa, seni musik maupun para pelaku / aktifis lainnya. Semoga gelaran Merespon Ruang ini bisa menjadi ajang silaturahmi, sebagai pembakar semangat untuk kegiatan lain, juga sebagai pemacu detak jantung perupa untuk membuat karya barunya.
Kami mengucap banyak terima kasih kepada pihak yang sudah mau bersama memberi ide, gagasan, dukungan, semangat, meminjamkan perlengkapan, meluangkan waktu dan tenaga untuk membantu gelaran Merespon Ruang, semua bentuk partisipasi dan apresiasi kalian, begitu kami ucapkan terima kasih yang tak terhingga.
Untuk detail kegiatan Merespon Ruang, akan kami kabarkan secepatnya, kami sedang menyiapkan beberapa persiapan yang masih perlu di masak untuk mendapatkan hasil yang nantinya dapat berjalan lancar sesuai harapan.

Coprights @ 2016, Blogger Templates Designed By Templateism | Distributed By Gooyaabi Templates